ILP Center Building 2nd Floor Suite 219 Jl. Raya Pasar Minggu No. 39A Jakarta Selatan

Developing Corporate Training Curriculum

Salah satu tugas penting dalam mengelola training di perusahaan adalah mengembangkan Kurikulum Training Perusahaan. ¬†Training di Perusahaan pada satu sisi diharapkan bisa menyiapkan manusia ‘siap pakai’ di sisi lain diharapkan juga dapat mengembangkan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan career path yang ada ataupun untuk kepentingan organisasi di masa mendatang.

Sebuah kurikulum training yang optimal di perusahaan dibuat bedasarkan kebutuhan strategis Perusahaan tersebut dan allign dengan career management, competency management, budaya perusahaan serta kebijakan-kebijakan dan sistem SDM lainnya yang dikembangkan di Perusahaan tersebut.  Sebuah kurikulum training yang baik akan menghindari duplikasi material yang ada sehingga akan menyebabkan budget training digunakan seoptimal mungkin.

Tentunya akan lebih mudah mengembangkan suatu kurikulum pelatihan apabila perusahaan tersebut telah mengembangkan manajemen kompetensi, namun di dalam pelatihan ini juga akan di share berbagai alternatif yang dapat ditempuh perusahaan bila manajemen kompetensi nya belum tersedia dengan baik.

Sasaran

Memberikan overview mengenai tahapan membuat kurikulum training yang terintegrasi di suatu Perusahaan

Outline

  1. Memetakan strategi perusahaan: values, culture, mision, competitive advantage, dll
  2. Memetakan sistem SDM terkait lainnya: Manajemen Kompetensi, Karir Manajemen, Budaya Perusahaan, dll.
  3. Menemukan fokus pengembangan SDM di suatu Perusahaan
  4. Memformulasikan objektif dari sistem training dan kurikulum training
  5. Memetakan pengembangan kompetensi pada jalur teknis dan jalur manajerial
  6. Penyusunan program pelatihan berjenjang
  7. Mengintegrasikan berbagai jenis training ke dalam kurikulum: training pada saat orientasi, training penjenjangan manajemen, training penguasaan teknis spesifik
  8. Proses uji kurikulum dan program pelatihan
  9. Me link kurikulum training dengan sistem SDM lainnya: Performance Management
  10. Memastikan optimal impact melalui variasi metode: coaching, penugasan, memastikan link dengan motivasi individu, pelibatan atasan, dll.
  11. Menentukan prioritas program training
  12. Mempersiapkan guideline content dan impact dari setiap topik training untuk diberikan pada internal trainer/vendor

Facilitator

Ronald Tedjasasmita, S.E., M.Pd.

Organization management development practitioner, who utilize people management system within business development framework, to systematically up-scale people competenies. Ronald has been in training and people development for over 18 years, operating in non-profit organization to multi-national company, from trainer and coach to corporate HR Head.